← Kembali ke Blog

Payment Receipt: Bukti Pembayaran dan Cara Membuatnya

Apa itu Payment Receipt atau bukti pembayaran? Pelajari pengertian, fungsi, isi, contoh, dan cara membuat Payment Receipt profesional untuk bisnis.

Dipublikasikan · 27 Agu 2026Tim FariDocs
Payment Receipt: Bukti Pembayaran dan Cara Membuatnya

Dalam transaksi bisnis, pembayaran merupakan salah satu tahapan penting setelah customer menerima invoice dan melakukan pembayaran.

Agar transaksi dapat terdokumentasi dengan baik, perusahaan membutuhkan Payment Receipt atau bukti pembayaran.

Payment Receipt adalah dokumen yang menunjukkan bahwa pembayaran telah dilakukan dan diterima oleh pihak yang bertransaksi.

Secara sederhana, alur transaksi bisnis dapat digambarkan sebagai:

Quotation → Sales Order → Delivery Note → Invoice → Payment → Payment Receipt

Tidak semua bisnis menggunakan alur yang sama. Namun, Payment Receipt umumnya digunakan sebagai dokumentasi setelah pembayaran diterima atau dikonfirmasi.


Apa Itu Payment Receipt?

Payment Receipt adalah dokumen yang digunakan sebagai bukti bahwa pembayaran telah dilakukan atau diterima dalam suatu transaksi.

Dokumen ini biasanya dibuat oleh pihak yang menerima pembayaran dan diberikan kepada customer atau pihak pembayar.

Payment Receipt dapat berisi informasi seperti:

  • Nomor receipt
  • Tanggal pembayaran
  • Nama customer
  • Nomor invoice
  • Metode pembayaran
  • Jumlah pembayaran
  • Mata uang
  • Referensi transaksi
  • Status pembayaran
  • Keterangan
  • Informasi perusahaan

Contoh:

Payment Receipt No.: PR-2026-00125

Customer: PT ABC Indonesia

Invoice: INV-2026-00125

Payment Date: 27 August 2026

Amount Paid: Rp25.000.000

Payment Method: Bank Transfer


Apa Fungsi Payment Receipt?

Payment Receipt memiliki beberapa fungsi penting dalam administrasi bisnis.

1. Sebagai Bukti Pembayaran

Fungsi utama Payment Receipt adalah menjadi dokumentasi bahwa pembayaran telah dilakukan dan diterima.

Dokumen ini dapat diberikan kepada customer setelah pembayaran berhasil dikonfirmasi.


2. Menghubungkan Pembayaran dengan Invoice

Payment Receipt dapat mencantumkan nomor invoice yang dibayar.

Contohnya:

Invoice: INV-2026-00125

Payment Receipt: PR-2026-00125

Dengan referensi tersebut, perusahaan dapat mengetahui pembayaran tersebut berkaitan dengan invoice yang mana.


3. Membantu Rekonsiliasi Pembayaran

Finance dapat menggunakan Payment Receipt untuk mencocokkan:

Invoice → Payment → Bank Transaction

Contoh:

Invoice:

Rp50.000.000

Payment:

Rp50.000.000

Status:

Paid

Dengan sistem yang terintegrasi, proses rekonsiliasi dapat menjadi lebih mudah.


4. Mengurangi Perselisihan Pembayaran

Payment Receipt dapat menjadi dokumen pendukung ketika terjadi pertanyaan mengenai pembayaran.

Misalnya customer mengatakan:

"Kami sudah melakukan pembayaran."

Finance dapat memeriksa:

  • Payment Receipt
  • Nomor invoice
  • Tanggal pembayaran
  • Nominal
  • Metode pembayaran
  • Referensi transaksi

5. Membantu Administrasi Keuangan

Payment Receipt membantu perusahaan menyimpan histori pembayaran secara terstruktur.

Dokumen tersebut dapat digunakan untuk:

  • Finance
  • Accounting
  • Audit
  • Customer
  • Management

6. Memberikan Konfirmasi kepada Customer

Customer dapat memperoleh bukti bahwa pembayaran mereka sudah diterima oleh perusahaan.

Hal ini memberikan pengalaman transaksi yang lebih profesional.


Payment Receipt vs Invoice

Payment Receipt dan Invoice sering dianggap sama, padahal keduanya mempunyai fungsi berbeda.

AspekInvoicePayment ReceiptFungsiPermintaan/tagihan pembayaranBukti pembayaranDibuat ketikaBarang/jasa ditagihkanPembayaran dilakukan/diterimaFokusJumlah yang harus dibayarJumlah yang telah dibayarStatusUnpaid/Paid/OverduePayment confirmed/recordedPihak utamaSeller & CustomerSeller & CustomerNomor dokumenInvoice NumberReceipt Number

Cara mudah membedakannya:

Invoice = "Anda perlu membayar."

Payment Receipt = "Pembayaran Anda telah diterima/dicatat."


Payment Receipt vs Kuitansi

Dalam praktik bisnis Indonesia, istilah Payment Receipt, receipt, tanda terima pembayaran, dan kuitansi dapat digunakan dalam konteks yang berdekatan.

Namun, format dan fungsi dokumen dapat berbeda tergantung kebutuhan perusahaan.

Payment Receipt biasanya berfokus pada pencatatan transaksi pembayaran, termasuk:

  • Invoice reference
  • Payment amount
  • Payment date
  • Payment method
  • Transaction reference

Sedangkan kuitansi dapat digunakan sebagai tanda terima pembayaran dengan format yang lebih sederhana atau sesuai kebutuhan administrasi perusahaan.


Apa Saja Isi Payment Receipt?

Payment Receipt profesional sebaiknya memiliki informasi yang jelas.

1. Identitas Perusahaan

Contohnya:

  • Nama perusahaan
  • Logo
  • Alamat
  • Nomor telepon
  • Email
  • Website

2. Informasi Receipt

Contohnya:

  • Receipt Number
  • Payment Date
  • Invoice Number
  • Customer Reference

Contoh:

Receipt No.: PR-2026-00125

Payment Date: 27 August 2026

Invoice No.: INV-2026-00125


3. Informasi Customer

Berisi:

  • Nama customer
  • Nama perusahaan
  • Alamat
  • Email
  • Nomor telepon

4. Detail Pembayaran

Bagian ini merupakan bagian utama Payment Receipt.

Contoh:

DescriptionAmountPayment for Invoice INV-2026-00125Rp25.000.000

Total Paid: Rp25.000.000


5. Metode Pembayaran

Payment Receipt dapat mencantumkan:

  • Bank Transfer
  • Cash
  • Credit Card
  • Debit Card
  • Virtual Account
  • Payment Gateway
  • E-Wallet
  • Other payment methods

6. Payment Reference

Jika tersedia, perusahaan dapat mencantumkan:

Transaction Reference: TRX-987654321

Informasi ini membantu proses pencarian transaksi.


7. Catatan

Contoh:

Payment received in full for Invoice INV-2026-00125.

atau:

Pembayaran diterima untuk Invoice INV-2026-00125.


Contoh Payment Receipt

Berikut contoh sederhana Payment Receipt untuk bisnis.

PAYMENT RECEIPT

PT Farino Teknologi Indonesia

Receipt No.: PR-2026-00125

Payment Date: 27 August 2026

Customer

PT ABC Indonesia

Payment Information

DescriptionAmountPayment for Invoice INV-2026-00125Rp25.000.000

Total Paid: Rp25.000.000

Payment Method: Bank Transfer

Bank Reference: TRX-987654321

Invoice: INV-2026-00125

Payment Status: Paid

Notes:

Payment received and recorded successfully.

Authorized By



Cara Membuat Payment Receipt

Payment Receipt dapat dibuat menggunakan Word, Excel, atau software accounting.

Namun, untuk bisnis yang memiliki banyak transaksi, pembuatan receipt secara manual dapat memakan waktu dan meningkatkan risiko kesalahan.

Berikut cara membuat Payment Receipt secara sistematis.

Step 1 — Customer Menerima Invoice

Perusahaan menerbitkan Invoice.

Contoh:

INV-2026-00125

Total:

Rp25.000.000

Status:

Unpaid


Step 2 — Customer Melakukan Pembayaran

Customer melakukan pembayaran menggunakan metode yang disepakati.

Contohnya:

Bank Transfer


Step 3 — Finance Memverifikasi Pembayaran

Finance memeriksa:

  • Nominal
  • Tanggal
  • Rekening
  • Transaction reference
  • Nama pengirim
  • Invoice yang dibayar

Step 4 — Payment Dicatat

Setelah pembayaran terverifikasi, transaksi dicatat ke sistem.

Contoh:

Invoice Amount: Rp25.000.000

Paid: Rp25.000.000

Balance: Rp0


Step 5 — Generate Payment Receipt

Sistem menghasilkan Payment Receipt.

Contoh:

PR-2026-00125

Receipt tersebut dapat diberikan kepada customer.


Step 6 — Update Invoice Status

Invoice berubah dari:

Unpaid

menjadi:

Paid

Jika hanya sebagian yang dibayar:

Partially Paid


Payment Receipt untuk Partial Payment

Payment Receipt juga sangat penting ketika customer melakukan pembayaran sebagian.

Contoh:

Invoice:

Rp100.000.000

Customer membayar:

Rp40.000.000

Maka:

Invoice Amount = Rp100.000.000

Paid = Rp40.000.000

Outstanding = Rp60.000.000

Payment Receipt mencatat pembayaran:

Rp40.000.000

Invoice tetap berstatus:

Partially Paid

Ketika customer membayar sisa Rp60.000.000:

Payment berikutnya:

Rp60.000.000

Status invoice:

Paid


Payment Receipt dan Multiple Payments

Satu invoice juga dapat memiliki beberapa transaksi pembayaran.

Contoh:

Invoice:

Rp100.000.000

Pembayaran pertama:

Rp30.000.000

Pembayaran kedua:

Rp20.000.000

Pembayaran ketiga:

Rp50.000.000

Total:

Rp100.000.000

Sistem dapat mencatat:

PaymentAmountStatusPR-001Rp30.000.000ConfirmedPR-002Rp20.000.000ConfirmedPR-003Rp50.000.000Confirmed

Total:

Rp100.000.000

Invoice:

Paid

Fitur ini sangat berguna untuk bisnis dengan termin pembayaran.


Payment Receipt dalam SaaS Farinotech

Dengan SaaS Farinotech, proses pembayaran dapat dihubungkan dengan dokumen transaksi sebelumnya.

Contoh workflow:

Customer ↓ Quotation ↓ Sales Order ↓ Delivery Note ↓ Invoice ↓ Payment ↓ Payment Receipt

Data dari Invoice dapat digunakan sebagai referensi Payment.

Misalnya:

Invoice Number: INV-2026-00125

Customer: PT ABC

Invoice Total: Rp50.000.000

Customer melakukan pembayaran:

Rp50.000.000

Setelah pembayaran dikonfirmasi, sistem dapat mencatat:

Payment = Rp50.000.000

Balance = Rp0

Invoice Status = Paid

Kemudian Payment Receipt dapat dibuat:

PR-2026-00125

Cara Membuat Quotation Profesional untuk Customer


Contoh Workflow Payment Receipt di Farinotech SaaS

1. Invoice Dibuat

Sales atau Finance membuat:

INV-2026-00125

Total:

Rp50.000.000

Status:

Unpaid


2. Customer Membayar

Customer melakukan pembayaran.


3. Payment Dicatat

Finance memasukkan:

Payment Date

Payment Amount

Payment Method

Transaction Reference


4. Sistem Menghitung Outstanding

Contoh:

Invoice:

Rp50.000.000

Payment:

Rp30.000.000

Outstanding:

Rp20.000.000


5. Payment Receipt Dibuat

Sistem menghasilkan:

PR-2026-00125


6. Invoice Status Diperbarui

Jika pembayaran penuh:

Paid

Jika sebagian:

Partially Paid


Manfaat Digital Payment Receipt

Menggunakan sistem digital untuk mengelola Payment Receipt dapat memberikan beberapa manfaat.

1. Mengurangi Input Manual

Data customer dan invoice dapat digunakan kembali.

2. Mengurangi Kesalahan

Nomor invoice, nominal, dan customer dapat terhubung dengan transaksi terkait.

3. Mempermudah Tracking Pembayaran

Finance dapat mengetahui:

  • Total invoice
  • Total paid
  • Outstanding
  • Payment history

4. Mempermudah Rekonsiliasi

Payment dapat dibandingkan dengan transaksi bank dan invoice.

5. Mempermudah Customer

Customer dapat memperoleh bukti pembayaran dengan cepat.

6. Dokumentasi Lebih Terstruktur

Payment Receipt tersimpan bersama histori transaksi.


Payment Status yang Umum

Sistem pembayaran dapat menggunakan beberapa status.

Pending

Pembayaran belum diverifikasi.

Submitted

Payment telah dicatat atau diajukan untuk verifikasi.

Confirmed

Pembayaran telah diverifikasi.

Partially Paid

Invoice baru dibayar sebagian.

Paid

Invoice telah dibayar penuh.

Failed

Pembayaran gagal.

Cancelled

Pembayaran dibatalkan.

Status yang digunakan dapat disesuaikan dengan workflow perusahaan.


Payment Receipt dan Accounting

Payment Receipt juga dapat membantu proses accounting.

Contoh:

Invoice

Rp100.000.000

Payment

Rp100.000.000

Receipt

PR-001

Invoice Status

Paid

Finance kemudian dapat menggunakan data tersebut untuk proses pencatatan dan rekonsiliasi sesuai sistem accounting perusahaan.

Jika SaaS terhubung dengan accounting system, proses dapat dibuat lebih terintegrasi.

Apa Perbedaan Quotation, Sales Order dan Invoice?


Payment Receipt untuk Bisnis B2B

Payment Receipt sangat berguna untuk transaksi B2B karena perusahaan biasanya memiliki:

  • Banyak customer
  • Banyak invoice
  • Payment terms
  • Partial payment
  • Multiple payment
  • Credit terms
  • Outstanding balance

Contoh:

Customer: PT XYZ

Invoice: INV-1001

Invoice Amount: Rp250.000.000

Payment 1: Rp100.000.000

Payment 2: Rp100.000.000

Payment 3: Rp50.000.000

Dengan sistem digital, seluruh histori pembayaran dapat ditelusuri dari invoice yang sama.


FAQ Payment Receipt

Apa itu Payment Receipt?

Payment Receipt adalah dokumen yang digunakan sebagai bukti bahwa pembayaran telah dilakukan atau diterima dalam suatu transaksi.

Apa fungsi Payment Receipt?

Payment Receipt berfungsi sebagai bukti pembayaran, referensi invoice, dokumentasi transaksi, dan pendukung rekonsiliasi pembayaran.

Apa perbedaan Invoice dan Payment Receipt?

Invoice digunakan untuk meminta atau menagihkan pembayaran, sedangkan Payment Receipt digunakan untuk mendokumentasikan pembayaran yang telah dilakukan atau diterima.

Apakah Payment Receipt sama dengan kuitansi?

Dalam beberapa konteks, Payment Receipt dapat berfungsi seperti tanda terima atau kuitansi pembayaran. Namun, format dan istilah yang digunakan dapat berbeda berdasarkan kebutuhan bisnis.

Kapan Payment Receipt dibuat?

Umumnya setelah pembayaran diterima atau setelah pembayaran berhasil diverifikasi sesuai workflow perusahaan.

Apakah Payment Receipt harus mencantumkan nomor invoice?

Sangat disarankan jika pembayaran berkaitan dengan invoice tertentu karena membantu menghubungkan pembayaran dengan tagihan.

Apakah satu invoice bisa memiliki beberapa Payment Receipt?

Ya. Hal ini dapat terjadi ketika customer melakukan partial payment atau pembayaran dalam beberapa tahap.

Apakah Payment Receipt bisa dibuat secara otomatis?

Ya. Software atau SaaS dapat menghasilkan Payment Receipt berdasarkan data pembayaran yang telah dicatat.

Apakah Payment Receipt harus mencantumkan metode pembayaran?

Sebaiknya dicantumkan karena membantu dokumentasi dan rekonsiliasi transaksi.

Apakah Payment Receipt sama dengan bukti transfer bank?

Tidak selalu. Bukti transfer menunjukkan bahwa dana telah ditransfer oleh pihak pembayar, sedangkan Payment Receipt biasanya merupakan dokumen dari pihak penerima yang mencatat atau mengonfirmasi pembayaran.


Kesimpulan

Payment Receipt atau bukti pembayaran merupakan bagian penting dari administrasi transaksi bisnis.

Invoice menunjukkan jumlah yang harus dibayar, sedangkan Payment Receipt menunjukkan pembayaran yang telah dilakukan atau diterima.

Alur transaksi yang umum adalah:

Quotation → Sales Order → Delivery Note → Invoice → Payment → Payment Receipt

Dengan menggunakan SaaS Farinotech, perusahaan dapat menghubungkan Invoice dengan Payment dan Payment Receipt sehingga proses pencatatan pembayaran menjadi lebih terstruktur.

Digitalisasi payment management dapat membantu perusahaan memonitor:

Invoice Amount → Paid Amount → Outstanding → Payment History → Receipt

sehingga tim Sales, Finance, Accounting, dan Management dapat bekerja dengan data transaksi yang lebih terorganisir.