← Kembali ke Blog

Apa Perbedaan Quotation, Sales Order dan Invoice?

Apa perbedaan Quotation, Sales Order dan Invoice? Pelajari fungsi, waktu penggunaan, isi dokumen, alur sales, contoh, dan cara mengelolanya dengan SaaS.

Dipublikasikan · 25 Agu 2026Tim FariDocs
Apa Perbedaan Quotation, Sales Order dan Invoice?

Dalam proses penjualan, perusahaan biasanya menggunakan beberapa dokumen untuk mengelola transaksi, mulai dari Quotation, Sales Order, hingga Invoice.

Ketiga dokumen tersebut sering dianggap sama karena semuanya berkaitan dengan transaksi penjualan. Padahal, Quotation, Sales Order, dan Invoice memiliki fungsi, waktu penggunaan, serta tujuan yang berbeda.

Secara sederhana:

Quotation = Penawaran

Sales Order = Konfirmasi Pesanan

Invoice = Penagihan

Ketiganya dapat menjadi bagian dari satu alur sales:

Customer Request → Quotation → Customer Approval → Sales Order → Delivery → Invoice → Payment

Memahami perbedaan ketiga dokumen tersebut penting bagi perusahaan agar proses penjualan lebih terstruktur, mengurangi kesalahan administrasi, dan memudahkan monitoring transaksi.


Apa Itu Quotation?

Quotation adalah dokumen penawaran yang dibuat oleh seller atau perusahaan kepada calon customer.

Quotation biasanya dibuat ketika customer meminta informasi mengenai harga produk atau jasa.

Quotation dapat berisi:

  • Nama perusahaan
  • Nama customer
  • Nomor quotation
  • Tanggal quotation
  • Produk atau jasa
  • Quantity
  • Harga satuan
  • Diskon
  • Pajak
  • Total harga
  • Payment terms
  • Delivery terms
  • Masa berlaku quotation
  • Terms & Conditions

Contoh:

Customer:

"Kami membutuhkan 20 unit laptop untuk kantor. Berapa harganya?"

Sales kemudian membuat quotation:

20 Laptop × Rp15.000.000 = Rp300.000.000

Quotation tersebut dikirim kepada customer sebagai penawaran.

Fungsi Quotation

Quotation digunakan untuk:

  1. Memberikan penawaran harga.
  2. Menjelaskan produk atau jasa.
  3. Menjadi dasar negosiasi.
  4. Membantu customer mendapatkan approval.
  5. Menjadi referensi untuk membuat Sales Order.

Jadi, Quotation belum merupakan tagihan kepada customer.


Apa Itu Sales Order?

Sales Order (SO) adalah dokumen yang digunakan untuk mencatat dan mengonfirmasi pesanan customer setelah customer menerima atau menyetujui penawaran sesuai proses bisnis perusahaan.

Sales Order biasanya dibuat berdasarkan:

  • Quotation yang disetujui
  • Purchase Order dari customer
  • Pesanan langsung customer
  • Kesepakatan sales lainnya

Sales Order dapat berisi:

  • Nomor Sales Order
  • Customer
  • Tanggal
  • Referensi quotation
  • Produk atau jasa
  • Quantity
  • Harga
  • Diskon
  • Pajak
  • Delivery date
  • Shipping address
  • Payment terms
  • Sales representative

Fungsi Sales Order

Sales Order membantu perusahaan:

  • Mencatat pesanan customer.
  • Menjadi acuan fulfillment.
  • Mengkoordinasikan warehouse.
  • Mengatur proses delivery.
  • Menjadi dasar pembuatan invoice.
  • Memantau status order.

Dengan kata lain:

Sales Order menunjukkan apa yang dipesan customer dan apa yang harus dipenuhi oleh perusahaan.


Apa Itu Invoice?

Invoice adalah dokumen yang digunakan perusahaan untuk melakukan penagihan kepada customer atas produk atau jasa yang telah dijual atau diberikan sesuai kondisi transaksi.

Invoice biasanya berisi:

  • Nomor invoice
  • Customer
  • Tanggal invoice
  • Due date
  • Produk atau jasa
  • Quantity
  • Harga
  • Diskon
  • Pajak
  • Total yang harus dibayar
  • Payment instructions
  • Bank details jika diperlukan

Contoh:

Invoice No.: INV-2026-00125

Total: Rp300.000.000

Due Date: 30 September 2026

Invoice kemudian dikirim kepada customer sebagai dasar pembayaran sesuai ketentuan transaksi.


Perbedaan Quotation, Sales Order dan Invoice

Perbedaan paling mudah dapat dilihat dari tujuan masing-masing dokumen.

AspekQuotationSales OrderInvoiceTujuanPenawaranKonfirmasi pesananPenagihanDibuat olehSellerSellerSellerWaktuSebelum order disepakatiSetelah order dikonfirmasiSaat transaksi masuk tahap penagihanMenunjukkanApa yang ditawarkanApa yang dipesanApa yang harus dibayarStatusOfferConfirmed OrderBillingPaymentBelum menjadi tagihanBelum tentu jatuh tempoMemiliki payment terms/due dateReferensiCustomer requestQuotation/POSales Order/delivery/transaksiOutputCustomer approvalFulfillmentPayment

Quotation vs Sales Order

Perbedaan Quotation dan Sales Order terletak pada status transaksi.

Quotation

Quotation masih berupa penawaran.

Seller mengatakan:

"Berikut produk dan harga yang kami tawarkan."

Customer masih dapat:

  • Menyetujui
  • Menolak
  • Meminta diskon
  • Mengubah quantity
  • Meminta perubahan spesifikasi
  • Melakukan negosiasi

Sales Order

Sales Order digunakan ketika pesanan sudah dikonfirmasi sesuai workflow perusahaan.

Seller mengatakan:

"Berikut pesanan customer yang harus kami proses."

Karena itu, Sales Order biasanya digunakan oleh tim:

  • Sales
  • Warehouse
  • Procurement
  • Operations
  • Finance
  • Delivery

Sales Order vs Invoice

Sales Order dan Invoice juga memiliki fungsi berbeda.

Sales Order:

"Customer memesan produk ini."

Invoice:

"Customer harus membayar sejumlah nilai ini."

Contohnya:

Customer memesan:

10 laptop × Rp10.000.000

Sales Order mencatat:

Order Value = Rp100.000.000

Setelah barang dikirim atau berdasarkan ketentuan billing, perusahaan membuat:

Invoice = Rp100.000.000

Jadi, Sales Order berfokus pada order fulfillment, sedangkan Invoice berfokus pada billing dan payment.


Quotation vs Invoice

Quotation merupakan dokumen penawaran.

Invoice merupakan dokumen penagihan.

Contoh sederhana:

Quotation

Laptop: 10 unit
Harga: Rp10.000.000/unit
Total penawaran: Rp100.000.000
Validity: 30 hari

Customer kemudian menyetujui penawaran tersebut.

Invoice

Invoice: INV-2026-001
Total: Rp100.000.000
Due Date: 30 September 2026

Customer kemudian melakukan pembayaran sesuai payment terms.


Alur Quotation → Sales Order → Invoice

Alur umum dalam proses sales adalah:

Customer Request ↓ Quotation ↓ Customer Approval ↓ Sales Order ↓ Delivery / Fulfillment ↓ Invoice ↓ Payment

Namun, workflow dapat berbeda tergantung jenis bisnis dan kebijakan perusahaan.

Misalnya untuk transaksi tertentu:

Customer Request ↓ Quotation ↓ Customer Approval ↓ Customer Purchase Order ↓ Sales Order ↓ Invoice ↓ Payment

Untuk transaksi lainnya, invoice dapat dibuat berdasarkan delivery atau milestone proyek.


Contoh Proses Penjualan

Misalnya PT ABC ingin membeli software dari perusahaan.

Step 1 — Customer Request

Customer meminta penawaran untuk:

50 software licenses


Step 2 — Quotation

Sales membuat quotation:

50 licenses × Rp2.000.000 = Rp100.000.000

Quotation dikirim ke customer.

Status:

Quotation → Sent


Step 3 — Customer Approval

Customer menyetujui quotation.

Status:

Quotation → Accepted


Step 4 — Sales Order

Sales membuat Sales Order berdasarkan quotation.

SO-2026-00125

Order:

50 licenses

Total:

Rp100.000.000


Step 5 — Fulfillment

Perusahaan melakukan proses fulfillment sesuai jenis produk atau layanan.


Step 6 — Invoice

Finance membuat invoice:

INV-2026-00125

Total:

Rp100.000.000


Step 7 — Payment

Customer melakukan pembayaran.

Status invoice:

Paid


Status Dokumen dalam Sales Process

Salah satu manfaat digitalisasi adalah setiap dokumen dapat memiliki status.

Quotation

  • Draft
  • Sent
  • Viewed
  • Negotiation
  • Accepted
  • Rejected
  • Expired

Sales Order

  • Draft
  • Confirmed
  • Processing
  • Partially Delivered
  • Completed
  • Cancelled

Invoice

  • Draft
  • Issued
  • Sent
  • Partially Paid
  • Paid
  • Overdue
  • Cancelled

Status tersebut membantu sales dan management mengetahui posisi setiap transaksi.


Kenapa Perusahaan Membutuhkan Ketiga Dokumen Ini?

Tidak semua perusahaan wajib menggunakan ketiganya dalam setiap transaksi.

Namun, untuk bisnis dengan proses sales yang kompleks, ketiganya dapat membantu memisahkan tiga aktivitas penting:

1. Commercial Offer

Quotation

Apa yang ditawarkan?

2. Order Fulfillment

Sales Order

Apa yang dipesan dan harus dipenuhi?

3. Billing

Invoice

Berapa yang harus dibayar?

Pemisahan ini membantu perusahaan menjaga proses bisnis lebih terstruktur.


Apa yang Terjadi Jika Semua Proses Dilakukan Manual?

Perusahaan yang menggunakan Excel, Word, dan email secara terpisah dapat mengalami beberapa masalah:

  • Data customer berulang.
  • Salah memasukkan harga.
  • Salah quantity.
  • Salah menghitung pajak.
  • Nomor dokumen tidak konsisten.
  • Sulit mencari quotation.
  • Sulit mengetahui quotation yang sudah accepted.
  • Sales Order harus dibuat ulang.
  • Invoice harus dibuat ulang.
  • Sulit melakukan tracking.
  • Reporting membutuhkan pekerjaan manual.

Semakin besar volume transaksi, semakin besar pula risiko kesalahan.


Menggunakan SaaS untuk Mengelola Quotation, Sales Order dan Invoice

Dengan aplikasi SaaS, ketiga proses tersebut dapat dibuat dalam satu workflow.

Contoh:

Customer

Quotation

Approval

Sales Order

Delivery

Invoice

Payment

Data customer dan produk dapat digunakan kembali pada dokumen berikutnya sehingga mengurangi duplicate data entry.


Contoh Workflow di SaaS Farinotech

Sistem SaaS dapat dirancang agar:

1. Sales membuat Quotation

Sales memilih customer dan produk.

Sistem menghitung:

  • Quantity
  • Unit price
  • Discount
  • Tax
  • Grand total

2. Quotation dikirim

Quotation dapat dikirim kepada customer dalam format digital/PDF.


3. Customer menerima penawaran

Status quotation berubah menjadi:

Accepted


4. Convert Quotation to Sales Order

Data quotation digunakan untuk membuat Sales Order.

Sales tidak perlu memasukkan ulang:

  • Customer
  • Product
  • Quantity
  • Price
  • Discount
  • Tax

5. Sales Order diproses

Tim terkait dapat melihat order yang harus dipenuhi.


6. Create Invoice

Setelah memenuhi kondisi billing, sistem dapat membuat invoice berdasarkan Sales Order atau transaksi terkait.


7. Payment Tracking

Finance dapat memonitor:

  • Invoice issued
  • Invoice paid
  • Partially paid
  • Overdue

Keuntungan Digitalisasi Sales Process

Mengelola quotation, Sales Order, dan invoice dalam SaaS dapat membantu perusahaan:

Mengurangi Data Entry

Data tidak perlu diketik berkali-kali.

Mengurangi Human Error

Perhitungan dapat dilakukan otomatis.

Mempercepat Proses Sales

Quotation dapat dibuat lebih cepat.

Meningkatkan Visibility

Management dapat melihat status transaksi.

Memudahkan Reporting

Data sales dapat digunakan untuk membuat laporan.

Memperbaiki Customer Experience

Customer mendapatkan dokumen yang lebih cepat dan profesional.


Quotation, Sales Order dan Invoice dalam Satu Dashboard

Salah satu konsep penting dalam SaaS sales management adalah single source of truth.

Management dapat melihat:

Quotation

Total quotation:

Rp2 Miliar

Sales Order

Confirmed orders:

Rp1,5 Miliar

Invoice

Billed:

Rp1,2 Miliar

Payment

Collected:

Rp900 Juta

Dari data tersebut management dapat melihat posisi sales pipeline dan cash collection dengan lebih mudah.


FAQ

Apa perbedaan Quotation dan Sales Order?

Quotation merupakan penawaran harga dan produk/jasa kepada customer, sedangkan Sales Order mencatat pesanan yang telah dikonfirmasi sesuai workflow perusahaan.

Apa perbedaan Sales Order dan Invoice?

Sales Order digunakan untuk mencatat dan memproses pesanan, sedangkan Invoice digunakan untuk melakukan penagihan kepada customer.

Apa perbedaan Quotation dan Invoice?

Quotation merupakan penawaran, sedangkan Invoice merupakan dokumen penagihan.

Apakah Quotation harus dibuat sebelum Sales Order?

Tidak selalu. Namun, dalam banyak proses sales B2B, quotation digunakan sebagai dasar Sales Order setelah customer menyetujui penawaran.

Apakah Sales Order sama dengan Purchase Order?

Tidak.

Sales Order biasanya dibuat oleh seller untuk mencatat pesanan customer.

Purchase Order (PO) biasanya dibuat oleh buyer untuk memesan produk atau jasa dari supplier.

Apakah Quotation merupakan tagihan?

Tidak. Quotation pada dasarnya merupakan dokumen penawaran dan bukan dokumen tagihan.

Kapan Invoice dibuat?

Invoice dibuat ketika transaksi sudah memenuhi kondisi penagihan sesuai kebijakan perusahaan, misalnya setelah delivery, berdasarkan milestone, atau sesuai payment terms.

Apakah Quotation dapat diubah menjadi Sales Order?

Ya. Dalam sistem sales management, quotation yang disetujui dapat digunakan sebagai dasar pembuatan Sales Order.

Apakah Sales Order dapat digunakan untuk membuat Invoice?

Ya. Dalam banyak workflow, Sales Order dapat menjadi salah satu sumber data untuk pembuatan Invoice.


Kesimpulan

Quotation, Sales Order, dan Invoice bukanlah dokumen yang sama.

Masing-masing memiliki fungsi berbeda:

DokumenFungsi UtamaQuotationMemberikan penawaranSales OrderMencatat dan mengonfirmasi pesananInvoiceMelakukan penagihan

Alur yang paling mudah dipahami adalah:

Quotation → Sales Order → Invoice → Payment

Untuk perusahaan yang memiliki banyak customer dan transaksi, mengelola seluruh proses tersebut secara digital dapat membantu meningkatkan efisiensi, mengurangi kesalahan, dan memberikan visibilitas yang lebih baik terhadap sales pipeline.

Dengan SaaS Farinotech, konsep workflow dapat mengintegrasikan customer, quotation, sales order, invoice, dan payment dalam satu sistem.