← Kembali ke Blog

Delivery Note: Fungsi dan Cara Membuat Surat Jalan

Apa itu Delivery Note atau surat jalan? Pelajari fungsi, manfaat, komponen, contoh, dan cara membuat surat jalan profesional untuk bisnis dengan SaaS Farinotech.

Dipublikasikan · 26 Agu 2026Tim FariDocs
Delivery Note: Fungsi dan Cara Membuat Surat Jalan

Dalam proses penjualan dan distribusi barang, perusahaan membutuhkan dokumen untuk memastikan barang yang dikirim dapat diperiksa dan diterima dengan baik oleh customer.

Salah satu dokumen penting dalam proses tersebut adalah Delivery Note, yang di Indonesia sering disebut surat jalan.

Delivery Note digunakan untuk memberikan informasi mengenai barang yang dikirim dari perusahaan kepada customer atau pihak penerima.

Secara sederhana:

Quotation = Penawaran

Sales Order = Pesanan

Delivery Note / Surat Jalan = Bukti dan detail pengiriman

Invoice = Penagihan

Karena itu, Delivery Note biasanya menjadi bagian dari alur:

Quotation → Sales Order → Delivery Note → Invoice → Payment

Namun, workflow dapat berbeda tergantung model bisnis dan kebijakan perusahaan.


Apa Itu Delivery Note?

Delivery Note adalah dokumen yang menyertai pengiriman barang dari seller, supplier, atau perusahaan kepada customer atau penerima barang.

Dalam praktik bisnis di Indonesia, Delivery Note sering disebut sebagai surat jalan.

Dokumen ini memberikan informasi mengenai:

  • Siapa pengirim barang
  • Siapa penerima barang
  • Barang yang dikirim
  • Quantity barang
  • Nomor Sales Order atau referensi transaksi
  • Tanggal pengiriman
  • Alamat pengiriman
  • Informasi kendaraan atau kurir jika diperlukan
  • Kolom penerimaan barang

Delivery Note dapat digunakan oleh beberapa bagian perusahaan, seperti:

  • Sales
  • Warehouse
  • Logistics
  • Delivery
  • Customer Service
  • Finance
  • Customer

Apa Fungsi Surat Jalan?

Surat jalan memiliki beberapa fungsi penting dalam proses distribusi dan pengiriman.

1. Sebagai Dokumen Pengiriman

Fungsi utama Delivery Note adalah memberikan informasi bahwa barang sedang dikirim dari perusahaan kepada pihak penerima.

Dokumen ini dapat menyertai barang selama proses pengiriman.


2. Sebagai Detail Barang yang Dikirim

Delivery Note membantu penerima mengetahui:

  • Jenis barang
  • Quantity
  • Satuan
  • SKU atau kode produk
  • Nomor pesanan
  • Informasi lainnya yang diperlukan

Dengan demikian, customer dapat melakukan pemeriksaan saat barang tiba.


3. Membantu Proses Pemeriksaan Barang

Ketika barang diterima, customer dapat membandingkan barang fisik dengan Delivery Note.

Misalnya:

Delivery Note:

ProdukQtyLaptop10Monitor10Keyboard10

Customer kemudian memeriksa apakah barang yang datang sesuai dengan dokumen.


4. Sebagai Bukti Penerimaan

Delivery Note dapat menyediakan area untuk:

  • Nama penerima
  • Tanggal diterima
  • Tanda tangan
  • Stempel perusahaan
  • Catatan penerimaan

Setelah ditandatangani, salinan Delivery Note dapat digunakan sebagai dokumentasi bahwa pengiriman telah diterima.


5. Membantu Warehouse

Warehouse dapat menggunakan Delivery Note sebagai referensi untuk menentukan barang yang harus dikeluarkan.

Hal ini membantu mengurangi risiko:

  • Salah barang
  • Salah quantity
  • Salah customer
  • Salah alamat pengiriman

6. Membantu Finance

Delivery Note juga dapat digunakan sebagai referensi dalam proses billing, terutama jika kebijakan perusahaan mensyaratkan invoice dibuat setelah barang dikirim atau diterima.

Contohnya:

Sales Order

Delivery Note

Invoice

Namun, ketentuan tersebut dapat berbeda berdasarkan kontrak dan kebijakan billing perusahaan.


Apa Perbedaan Delivery Note dan Invoice?

Delivery Note dan Invoice sering digunakan dalam transaksi yang sama, tetapi keduanya memiliki fungsi berbeda.

AspekDelivery NoteInvoiceFungsiDokumen pengirimanDokumen penagihanFokusBarang yang dikirimNilai yang harus dibayarQuantityMenunjukkan barang dikirimMenunjukkan barang/jasa yang ditagihkanHargaTidak selalu ditampilkanBiasanya ditampilkanTotal pembayaranTidak menjadi fokus utamaMenjadi fokus utamaTanda tangan penerimaUmumnya tersediaTidak selalu diperlukanDigunakan olehWarehouse/Logistics/CustomerFinance/Customer

Cara mudah mengingatnya:

Delivery Note = Apa yang dikirim?

Invoice = Berapa yang harus dibayar?


Apa Perbedaan Delivery Note dan Sales Order?

Sales Order dan Delivery Note juga memiliki fungsi berbeda.

Sales Order

Sales Order mencatat:

Apa yang dipesan customer?

Delivery Note

Delivery Note mencatat:

Apa yang benar-benar dikirim kepada customer?

Contoh:

Customer memesan:

100 unit produk

Sales Order:

Order Qty = 100

Namun perusahaan hanya dapat mengirim:

Delivery Note #1 = 60 unit

Kemudian:

Delivery Note #2 = 40 unit

Dalam kondisi seperti ini, sistem dapat membantu perusahaan memonitor:

Ordered = 100

Delivered = 100

Remaining = 0

Hal ini sangat berguna untuk perusahaan yang melakukan partial delivery.


Apa Isi Surat Jalan?

Format Delivery Note dapat berbeda-beda sesuai kebutuhan bisnis.

Namun, surat jalan umumnya memiliki beberapa bagian penting.

1. Informasi Perusahaan

Contohnya:

  • Nama perusahaan
  • Logo
  • Alamat
  • Nomor telepon
  • Email
  • Website

2. Informasi Delivery Note

Contohnya:

  • Delivery Note Number
  • Delivery Date
  • Sales Order Number
  • Customer Reference
  • Warehouse
  • Delivery Status

Contoh:

Delivery Note No.: DN-2026-00125

Date: 26 August 2026

SO No.: SO-2026-00125


3. Informasi Customer

Berisi:

  • Customer name
  • Company
  • Billing address
  • Shipping address
  • Contact person
  • Phone number

4. Detail Barang

Bagian ini merupakan bagian paling penting.

Contohnya:

NoProductSKUQtyUnit1Laptop ProLP-00110Unit2Monitor 24"MN-02410Unit3KeyboardKB-00110Unit

5. Informasi Pengiriman

Dapat mencakup:

  • Driver
  • Vehicle number
  • Courier
  • Shipping method
  • Warehouse
  • Delivery address

Tidak semua bisnis membutuhkan seluruh informasi tersebut.


6. Kolom Penerimaan

Bagian akhir Delivery Note dapat menyediakan:

Delivered By

Nama:


Received By

Nama:


Tanggal:


Tanda tangan:


Catatan:



Contoh Surat Jalan

Berikut contoh sederhana:

DELIVERY NOTE

PT ABC Indonesia

Delivery Note No.: DN-2026-00125

Date: 26 August 2026

Customer:

PT XYZ Indonesia

Shipping Address:

Jakarta, Indonesia

Reference:

SO-2026-00125

NoProductQtyUnit1Laptop10Unit2Monitor10Unit3Keyboard10Unit

Notes:

Barang diterima dalam kondisi baik.

Delivered By

Nama & Tanda Tangan

Received By

Nama & Tanda Tangan


Cara Membuat Surat Jalan

Perusahaan dapat membuat Delivery Note secara manual menggunakan Word atau Excel.

Namun, untuk bisnis dengan volume transaksi yang tinggi, pembuatan surat jalan secara manual dapat menimbulkan pekerjaan berulang.

Berikut workflow yang lebih efisien.

Step 1 — Buat Sales Order

Sales membuat Sales Order berdasarkan:

  • Quotation
  • Purchase Order customer
  • Customer order
  • Kontrak

Contoh:

SO-2026-00125

Order:

100 units


Step 2 — Konfirmasi Order

Setelah Sales Order dikonfirmasi, warehouse dapat melihat barang yang harus disiapkan.


Step 3 — Prepare Goods

Warehouse melakukan picking dan packing.

Sistem dapat menunjukkan:

Ordered: 100

Prepared: 100


Step 4 — Buat Delivery Note

Delivery Note dibuat berdasarkan Sales Order.

Data seperti:

  • Customer
  • Shipping address
  • Product
  • Quantity
  • Sales Order number

dapat diambil dari Sales Order.

Dengan demikian, staff tidak perlu mengetik data yang sama berulang kali.


Step 5 — Barang Dikirim

Delivery Note ikut bersama barang atau tersedia dalam format digital sesuai kebutuhan perusahaan.


Step 6 — Customer Menerima Barang

Customer melakukan pemeriksaan.

Jika sesuai, customer memberikan:

  • Nama penerima
  • Tanggal
  • Tanda tangan
  • Catatan jika diperlukan

Step 7 — Update Delivery Status

Sistem memperbarui status:

Delivered

atau:

Partially Delivered

Jika barang dikirim sebagian.


Step 8 — Invoice

Jika kebijakan perusahaan menggunakan delivery sebagai dasar billing, transaksi dapat dilanjutkan ke proses Invoice.

Workflow:

Sales Order → Delivery Note → Invoice


Cara Membuat Surat Jalan dengan SaaS Farinotech

Menggunakan SaaS dapat membuat proses Delivery Note lebih terstruktur.

Contoh workflow:

Customer ↓ Quotation ↓ Sales Order ↓ Warehouse ↓ Delivery Note ↓ Customer Receipt ↓ Invoice ↓ Payment

Dengan sistem terintegrasi, data dari Sales Order dapat digunakan untuk membuat Delivery Note.


Contoh Workflow Delivery Note di Farinotech SaaS

1. Sales Order Dibuat

Sales membuat:

SO-2026-00125

Customer:

PT XYZ

Order:

100 units


2. Warehouse Menerima Order

Warehouse melihat order yang perlu diproses.


3. Create Delivery Note

User memilih:

Create Delivery Note

Sistem mengambil data:

  • Customer
  • Address
  • Product
  • Quantity
  • Sales Order
  • Reference

4. Tentukan Quantity yang Dikirim

Misalnya:

Order:

100 units

Delivery:

60 units

Sistem menyimpan:

Ordered = 100

Delivered = 60

Remaining = 40


5. Delivery Note Dicetak atau Dikirim Digital

Sistem menghasilkan dokumen Delivery Note dengan nomor unik.

Contoh:

DN-2026-00125


6. Customer Menerima Barang

Customer memeriksa barang dan memberikan tanda terima.


7. Status Diperbarui

Status:

Partially Delivered

Kemudian ketika 40 unit sisanya dikirim:

Delivered


Mengapa Digital Delivery Note Lebih Efisien?

Penggunaan SaaS untuk Delivery Note dapat membantu perusahaan:

Mengurangi Input Data Berulang

Data Sales Order dapat digunakan untuk membuat Delivery Note.

Mengurangi Kesalahan

Customer, alamat, produk, dan quantity dapat diambil dari transaksi.

Memudahkan Partial Delivery

Perusahaan dapat mengetahui jumlah:

  • Ordered
  • Delivered
  • Remaining

Mempercepat Pengiriman

Warehouse dapat langsung melihat order yang harus diproses.

Memudahkan Tracking

Management dapat mengetahui status pengiriman.

Memudahkan Dokumentasi

Dokumen pengiriman tersimpan secara digital.

Mendukung Integrasi Sales dan Finance

Delivery dapat menjadi bagian dari workflow menuju Invoice sesuai aturan bisnis perusahaan.


Status Delivery Note

Sistem Delivery Note dapat memiliki beberapa status.

Draft

Delivery Note sedang dibuat.

Ready to Ship

Barang siap dikirim.

Shipped

Barang telah dikirim.

Partially Delivered

Sebagian barang telah dikirim.

Delivered

Barang telah diterima atau pengiriman telah selesai sesuai workflow.

Cancelled

Pengiriman dibatalkan.

Status tersebut membantu perusahaan mengetahui kondisi setiap pengiriman secara real-time.


Delivery Note untuk Partial Delivery

Salah satu fitur penting dalam sistem delivery adalah partial delivery.

Contoh:

Customer memesan:

500 units

Tetapi warehouse hanya memiliki:

300 units

Perusahaan mengirim:

300 units

Delivery Note:

DN-001 = 300 units

Remaining:

200 units

Kemudian warehouse mendapatkan stok.

Pengiriman berikutnya:

DN-002 = 200 units

Total:

300 + 200 = 500 units

Dengan sistem digital, perusahaan dapat memonitor histori pengiriman tanpa harus menghitung secara manual.


Delivery Note dan Inventory

Delivery Note juga dapat berhubungan dengan inventory management.

Contohnya:

Warehouse Stock

1.000 units

Customer Order:

100 units

Delivery:

100 units

Setelah pengiriman:

Remaining Stock = 900 units

Jika sistem terintegrasi dengan inventory, proses pengiriman dapat membantu memperbarui data stok sesuai aturan sistem.


Delivery Note dan Invoice

Delivery Note dan Invoice dapat menjadi bagian dari satu workflow:

Sales Order

Delivery Note

Invoice

Payment

Namun, tidak semua transaksi menggunakan workflow tersebut secara persis.

Untuk bisnis tertentu, invoice dapat dibuat:

  • Sebelum delivery
  • Setelah delivery
  • Berdasarkan milestone
  • Berdasarkan subscription
  • Berdasarkan kontrak
  • Berdasarkan payment terms

Karena itu, sistem SaaS sebaiknya mendukung workflow yang fleksibel.


FAQ Delivery Note / Surat Jalan

Apa itu Delivery Note?

Delivery Note adalah dokumen yang menyertai atau mendokumentasikan pengiriman barang dari perusahaan kepada customer atau pihak penerima.

Apa itu surat jalan?

Surat jalan adalah dokumen yang digunakan untuk mendokumentasikan proses pengiriman barang dan informasi barang yang dikirim kepada penerima.

Apakah Delivery Note sama dengan surat jalan?

Dalam banyak praktik bisnis di Indonesia, istilah Delivery Note sering digunakan untuk merujuk pada dokumen yang disebut surat jalan. Namun, format dan penggunaan dapat berbeda sesuai perusahaan dan konteks transaksi.

Apa fungsi surat jalan?

Surat jalan berfungsi sebagai dokumen pengiriman, referensi detail barang, alat pemeriksaan barang, dan dapat menjadi bukti penerimaan sesuai proses bisnis perusahaan.

Apa perbedaan surat jalan dan invoice?

Surat jalan berfokus pada pengiriman barang, sedangkan invoice berfokus pada penagihan.

Apa perbedaan Sales Order dan Delivery Note?

Sales Order mencatat pesanan customer, sedangkan Delivery Note mencatat barang yang dikirim atau diserahkan.

Apakah Delivery Note harus memiliki harga?

Tidak selalu. Banyak perusahaan membuat Delivery Note tanpa menampilkan harga karena fokusnya adalah pengiriman dan penerimaan barang.

Apakah Delivery Note bisa dibuat dari Sales Order?

Ya. Dalam sistem sales management, Delivery Note dapat dibuat berdasarkan Sales Order.

Apakah satu Sales Order dapat memiliki beberapa Delivery Note?

Ya. Hal ini umum terjadi ketika perusahaan melakukan partial delivery.

Apakah Delivery Note dapat digunakan sebagai dasar Invoice?

Dalam workflow tertentu, Delivery Note dapat digunakan sebagai salah satu referensi untuk proses billing. Namun, aturan billing bergantung pada kontrak dan kebijakan perusahaan.


Kesimpulan

Delivery Note atau surat jalan merupakan bagian penting dari proses pengiriman barang.

Jika Quotation berfungsi sebagai penawaran, Sales Order sebagai pesanan, maka Delivery Note berfungsi untuk mendokumentasikan pengiriman barang, sedangkan Invoice digunakan untuk penagihan.

Alur bisnis yang umum adalah:

Quotation → Sales Order → Delivery Note → Invoice → Payment

Dengan SaaS Farinotech, proses tersebut dapat dibuat lebih terintegrasi sehingga perusahaan dapat mengurangi pekerjaan manual, meminimalkan kesalahan input, memonitor partial delivery, dan menyimpan dokumen pengiriman secara lebih terstruktur.