Dalam proses penjualan dan pembelian, terkadang nilai transaksi yang sudah dibuat dalam Invoice perlu disesuaikan.
Misalnya:
- Customer mengembalikan barang.
- Barang yang diterima customer rusak.
- Harga dalam Invoice terlalu tinggi.
- Ada diskon tambahan setelah Invoice diterbitkan.
- Quantity barang ternyata berbeda.
- Ada biaya tambahan yang belum tercantum dalam Invoice.
- Seller perlu melakukan koreksi terhadap nilai transaksi.
Dalam kondisi seperti ini, bisnis dapat menggunakan Credit Note atau Debit Note.
Keduanya sama-sama digunakan untuk melakukan penyesuaian terhadap transaksi, tetapi fungsi dan dampaknya berbeda.
Secara sederhana:
Credit Note biasanya mengurangi nilai Invoice.
Debit Note biasanya menambah nilai tagihan atau mencatat klaim/penyesuaian tertentu, tergantung konteks transaksi.
Memahami perbedaan Credit Note dan Debit Note penting bagi tim Sales, Finance, Accounting, Procurement, dan Customer Service agar koreksi transaksi dapat dilakukan secara terstruktur.
Apa Itu Credit Note?
Credit Note adalah dokumen yang digunakan untuk mengurangi sebagian atau seluruh nilai Invoice yang telah diterbitkan.
Credit Note dapat dibuat ketika terjadi kondisi seperti:
- Retur barang.
- Barang rusak.
- Quantity yang dikirim lebih sedikit.
- Harga Invoice terlalu tinggi.
- Customer mendapatkan diskon tambahan.
- Pembatalan sebagian transaksi.
- Koreksi nilai transaksi.
Contoh sederhana
Customer membeli:
10 unit × Rp1.000.000 = Rp10.000.000
Kemudian customer mengembalikan:
2 unit
Maka nilai yang perlu dikurangi:
2 × Rp1.000.000 = Rp2.000.000
Seller dapat menerbitkan Credit Note Rp2.000.000 sesuai kebijakan dan dokumen transaksi.
Apa Fungsi Credit Note?
1. Mengurangi Nilai Invoice
Fungsi utama Credit Note adalah melakukan pengurangan terhadap nilai yang sebelumnya ditagihkan.
Contoh:
Original Invoice: Rp20.000.000
Credit Note: Rp3.000.000
Adjusted Amount: Rp17.000.000
2. Mencatat Retur Barang
Jika customer mengembalikan barang, Credit Note dapat digunakan untuk mencatat nilai barang yang diretur.
3. Koreksi Harga
Jika terjadi kesalahan harga pada Invoice, Credit Note dapat digunakan untuk melakukan penyesuaian.
4. Mencatat Diskon Tambahan
Misalnya setelah Invoice diterbitkan, perusahaan memberikan diskon tambahan Rp1.000.000.
Credit Note dapat digunakan untuk mencatat pengurangan tersebut, sesuai proses accounting perusahaan.
5. Membatalkan Sebagian Tagihan
Jika sebagian transaksi dibatalkan, Credit Note dapat digunakan untuk mengurangi nilai Invoice.
Apa Itu Debit Note?
Debit Note adalah dokumen yang digunakan untuk mencatat penyesuaian yang meningkatkan jumlah yang harus dibayar atau mencatat klaim/penyesuaian tertentu dalam suatu transaksi.
Namun, istilah Debit Note dapat digunakan dengan cara berbeda tergantung konteks bisnis dan perspektif pihak yang menerbitkan dokumen.
Contohnya, Debit Note dapat digunakan ketika:
- Ada biaya tambahan.
- Harga yang ditagihkan sebelumnya kurang.
- Quantity yang ditagihkan kurang.
- Ada biaya transportasi tambahan.
- Ada biaya administrasi tambahan.
- Terjadi koreksi transaksi.
Apa Fungsi Debit Note?
1. Menambah Nilai Tagihan
Contoh:
Original Invoice: Rp10.000.000
Kemudian terdapat biaya tambahan:
Rp500.000
Debit Note dapat digunakan untuk mencatat penyesuaian tersebut.
Nilai setelah penyesuaian:
Rp10.500.000
2. Koreksi Kekurangan Tagihan
Misalnya perusahaan seharusnya menagihkan:
Rp15.000.000
Tetapi Invoice yang diterbitkan hanya:
Rp14.000.000
Terdapat selisih:
Rp1.000.000
Debit Note dapat digunakan untuk mendokumentasikan penyesuaian tambahan tersebut sesuai kebijakan perusahaan.
3. Mencatat Biaya Tambahan
Debit Note dapat digunakan ketika terdapat biaya tambahan yang muncul setelah transaksi awal.
Contohnya:
- Shipping surcharge
- Handling fee
- Administrative fee
- Additional service
- Price adjustment
Credit Note vs Debit Note
Perbedaan paling mudah dapat dilihat dari dampaknya terhadap nilai transaksi.
AspekCredit NoteDebit NoteTujuan utamaMengurangi nilai transaksi/tagihanMenambah nilai transaksi/tagihan atau mencatat penyesuaian tertentuDampak terhadap InvoiceMengurangiMenambah, tergantung konteksRetur barangUmum digunakanUmumnya bukan dokumen utama untuk returDiskon tambahanDapat digunakanUmumnya tidakKoreksi harga terlalu tinggiDapat digunakanTidakKekurangan tagihanTidakDapat digunakanBiaya tambahanTidak umumDapat digunakanContohRetur barangTambahan biayaCara mudah mengingat:
Credit Note → Credit → Mengurangi
Debit Note → Debit → Menambah
Tetapi untuk accounting, istilah debit dan credit harus dipahami berdasarkan perspektif akun dan pihak yang melakukan pencatatan, bukan hanya berdasarkan kata "menambah" atau "mengurangi".
Contoh Credit Note
Misalnya:
PT ABC membeli:
ProdukQtyHargaTotalLaptop10Rp10.000.000Rp100.000.000Total Invoice:
Rp100.000.000
Setelah barang diterima, customer menemukan:
2 laptop rusak
Customer mengembalikan 2 laptop.
Nilai retur:
2 × Rp10.000.000 = Rp20.000.000
Seller kemudian membuat:
Credit Note: Rp20.000.000
Nilai transaksi setelah adjustment:
Rp80.000.000
Contoh Debit Note
Misalnya:
Original Invoice:
Rp100.000.000
Setelah transaksi, terdapat biaya pengiriman tambahan:
Rp5.000.000
Seller perlu melakukan adjustment.
Debit Note:
Rp5.000.000
Total setelah adjustment:
Rp105.000.000
Dokumen dan perlakuan accounting harus disesuaikan dengan kontrak, sistem pembukuan, dan ketentuan yang berlaku.
Credit Note dan Retur Barang
Salah satu penggunaan Credit Note yang paling umum adalah retur barang.
Workflow:
Customer Order
↓
Sales Order
↓
Delivery
↓
Invoice
↓
Customer Returns Product
↓
Credit Note
↓
Invoice Adjustment
Contoh:
Invoice:
Rp50.000.000
Retur:
Rp5.000.000
Credit Note:
Rp5.000.000
Adjusted Invoice:
Rp45.000.000
Debit Note untuk Additional Charges
Debit Note dapat digunakan ketika transaksi membutuhkan tambahan biaya.
Contoh:
Invoice awal:
Rp50.000.000
Biaya tambahan:
Rp2.500.000
Debit Note:
Rp2.500.000
Total setelah adjustment:
Rp52.500.000
Apakah Credit Note Membatalkan Invoice?
Tidak selalu.
Credit Note biasanya digunakan untuk mengurangi sebagian atau seluruh nilai Invoice.
Contoh:
Invoice:
INV-001 = Rp100.000.000
Credit Note:
CN-001 = Rp20.000.000
Saldo transaksi setelah adjustment:
Rp80.000.000
Invoice original tetap menjadi bagian dari histori transaksi dan Credit Note menjadi dokumen adjustment yang terkait.
Jika seluruh transaksi dibatalkan, perlakuan dokumen dan accounting perlu mengikuti prosedur perusahaan.
Apakah Debit Note Membuat Invoice Baru?
Tidak selalu.
Debit Note dapat digunakan sebagai dokumen penyesuaian yang berkaitan dengan Invoice sebelumnya.
Misalnya:
Invoice = Rp100.000.000
Debit Note = Rp5.000.000
Total adjustment:
Rp105.000.000
Cara pencatatan dapat berbeda berdasarkan sistem accounting perusahaan.
Kapan Menggunakan Credit Note?
Gunakan Credit Note ketika bisnis perlu mengurangi nilai transaksi atau tagihan.
Contohnya:
Retur Barang
Customer mengembalikan produk.
Barang Rusak
Sebagian barang tidak sesuai atau rusak.
Overbilling
Customer ditagihkan terlalu tinggi.
Additional Discount
Customer mendapatkan diskon setelah Invoice diterbitkan.
Partial Cancellation
Sebagian transaksi dibatalkan.
Price Correction
Terjadi koreksi harga.
Kapan Menggunakan Debit Note?
Debit Note dapat digunakan ketika diperlukan penyesuaian tambahan terhadap nilai transaksi.
Contohnya:
Underbilling
Nilai Invoice sebelumnya terlalu rendah.
Additional Charges
Terdapat biaya tambahan.
Shipping Adjustment
Biaya pengiriman berubah.
Service Adjustment
Ada layanan tambahan.
Price Adjustment
Harga transaksi mengalami penyesuaian setelah Invoice awal.
Cara Membuat Credit Note
Credit Note profesional sebaiknya memiliki informasi yang jelas.
1. Pilih Customer
Masukkan:
- Customer name
- Company
- Address
- Contact
2. Referensikan Invoice
Contoh:
Original Invoice: INV-2026-00125
Hal ini penting agar Credit Note dapat ditelusuri.
3. Pilih Alasan Adjustment
Contohnya:
- Product return
- Damaged goods
- Price correction
- Additional discount
- Partial cancellation
4. Masukkan Item
Tambahkan:
- Product
- Quantity
- Unit price
- Amount
5. Review Nilai
Periksa:
- Subtotal
- Discount
- Tax jika relevan
- Total adjustment
6. Generate Credit Note
Contoh nomor:
CN-2026-00025
7. Hubungkan dengan Invoice
Sistem dapat menampilkan:
Invoice Rp100 juta
Credit Note Rp20 juta
Adjusted Balance Rp80 juta
Cara Membuat Debit Note
Workflow Debit Note hampir sama.
Step 1
Pilih customer atau vendor sesuai konteks transaksi.
Step 2
Referensikan dokumen asal.
Contoh:
Invoice: INV-2026-00125
Step 3
Tentukan alasan.
Contoh:
Additional Shipping Cost
Step 4
Masukkan nilai adjustment.
Rp5.000.000
Step 5
Review.
Step 6
Generate:
DN-2026-00025
Step 7
Hubungkan dengan transaksi asal.
Credit Note dan Debit Note dalam Farinotech SaaS
Untuk aplikasi SaaS Farinotech, Credit Note dan Debit Note dapat menjadi bagian dari Invoice Adjustment Workflow.
Contoh workflow:
Customer ↓ Quotation ↓ Sales Order ↓ Delivery Note ↓ Invoice ↓ Payment ↓ Adjustment ├── Credit Note └── Debit NoteDengan workflow digital, setiap adjustment dapat dikaitkan dengan dokumen transaksi sebelumnya.
Contoh Workflow Credit Note di Farinotech
Step 1 — Invoice Dibuat
INV-2026-00100
Total:
Rp100.000.000
Step 2 — Customer Retur
Customer mengembalikan barang senilai:
Rp10.000.000
Step 3 — Credit Note Dibuat
CN-2026-00020
Amount:
Rp10.000.000
Step 4 — Invoice Balance Diperbarui
Original:
Rp100.000.000
Credit:
Rp10.000.000
Adjusted:
Rp90.000.000
Step 5 — Payment
Customer membayar saldo sesuai transaksi setelah adjustment.
Contoh Workflow Debit Note di Farinotech
Original Invoice
Rp100.000.000
Additional Charge
Rp5.000.000
Debit Note
DN-2026-00010
Amount:
Rp5.000.000
Adjusted Amount
Rp105.000.000
Dengan adanya relasi dokumen, Finance dapat mengetahui sumber adjustment tanpa harus mencari transaksi secara manual.
Manfaat Digital Credit Note & Debit Note
Pengelolaan Credit Note dan Debit Note melalui SaaS dapat membantu bisnis:
1. Mengurangi Kesalahan Input
Data customer dan transaksi dapat diambil dari dokumen sebelumnya.
2. Mempercepat Adjustment
Finance tidak perlu membuat seluruh data dari awal.
3. Mempermudah Tracking
Setiap adjustment dapat dikaitkan dengan Invoice.
4. Meningkatkan Visibility
Tim dapat melihat:
Original Invoice → Adjustment → Payment
5. Mempermudah Audit Trail
Riwayat perubahan transaksi dapat terdokumentasi dengan lebih terstruktur.
Credit Note vs Debit Note vs Invoice
DokumenFungsiQuotationPenawaranSales OrderPesanan customerDelivery NoteBukti/dokumen pengirimanInvoicePenagihanCredit NoteAdjustment penguranganDebit NoteAdjustment penambahan/klaim tertentuPaymentPembayaranPayment ReceiptBukti pembayaranWorkflow:
Quotation → Sales Order → Delivery Note → Invoice → Credit/Debit Note → Payment
Tidak semua transaksi membutuhkan seluruh dokumen tersebut.
FAQ Credit Note vs Debit Note
Apa itu Credit Note?
Credit Note adalah dokumen yang digunakan untuk mengurangi sebagian atau seluruh nilai transaksi atau Invoice.
Apa itu Debit Note?
Debit Note adalah dokumen yang digunakan untuk mencatat penyesuaian tambahan terhadap transaksi, yang dalam konteks tertentu meningkatkan nilai yang harus dibayar atau mencatat klaim/adjustment.
Apa perbedaan Credit Note dan Debit Note?
Secara umum, Credit Note digunakan untuk mengurangi nilai tagihan, sedangkan Debit Note digunakan untuk menambah nilai tagihan atau mencatat penyesuaian tertentu, tergantung konteks transaksi.
Apakah Credit Note sama dengan refund?
Tidak selalu. Credit Note merupakan dokumen adjustment. Refund merupakan pengembalian dana. Credit Note dapat menjadi bagian dari proses yang kemudian menghasilkan refund, tetapi keduanya bukan hal yang sama.
Apakah Credit Note mengurangi Invoice?
Ya, Credit Note umumnya digunakan untuk mengurangi sebagian atau seluruh nilai Invoice.
Kapan Credit Note digunakan?
Credit Note dapat digunakan untuk retur barang, kesalahan harga, overbilling, diskon tambahan, atau pembatalan sebagian transaksi.
Kapan Debit Note digunakan?
Debit Note dapat digunakan untuk additional charges, underbilling, koreksi harga, atau penyesuaian transaksi tertentu.
Apakah Credit Note harus memiliki nomor?
Sebaiknya setiap Credit Note memiliki nomor unik agar mudah dilacak.
Apakah Credit Note harus terkait dengan Invoice?
Sebaiknya ada referensi Invoice atau dokumen transaksi asal jika Credit Note dibuat sebagai adjustment terhadap transaksi tertentu.
Apakah Debit Note sama dengan Invoice?
Tidak selalu. Debit Note umumnya digunakan sebagai dokumen penyesuaian, bukan pengganti Invoice secara otomatis.
Apakah Credit Note dan Debit Note bisa dibuat secara digital?
Ya. Software invoice atau SaaS accounting dapat membantu membuat, menghubungkan, dan melacak Credit Note serta Debit Note.
Kesimpulan
Credit Note dan Debit Note sama-sama digunakan untuk melakukan penyesuaian transaksi, tetapi memiliki tujuan yang berbeda.
Cara sederhana untuk mengingatnya:
Credit Note → mengurangi nilai tagihan/transaksi.
Debit Note → menambah nilai tagihan atau mencatat adjustment tertentu.
Dalam bisnis modern, proses tersebut akan lebih mudah apabila Credit Note dan Debit Note terhubung langsung dengan Quotation, Sales Order, Delivery Note, Invoice, dan Payment.
Dengan Farinotech SaaS, bisnis dapat membangun workflow dokumen yang lebih terstruktur dari proses penjualan hingga pembayaran dan adjustment transaksi.
