← Kembali ke Blog

Apa Itu Work Order dan Kapan Digunakan?

Work Order adalah dokumen atau instruksi kerja resmi yang digunakan untuk memberikan perintah kepada seseorang, tim, teknisi, contractor, atau department untuk melakukan pekerjaan tertentu.

Dipublikasikan · 31 Agu 2026Tim FariDocs
Apa Itu Work Order dan Kapan Digunakan?

Work Order adalah salah satu dokumen penting yang digunakan perusahaan untuk memberikan instruksi resmi mengenai pekerjaan yang harus dilakukan. Work Order banyak digunakan dalam berbagai bidang, seperti maintenance, konstruksi, manufaktur, facility management, engineering, IT, dan jasa.

Dengan Work Order, perusahaan dapat mendokumentasikan jenis pekerjaan, lokasi, pihak yang bertanggung jawab, jadwal, kebutuhan material, instruksi kerja, dan status pekerjaan dalam satu dokumen yang terstruktur.

Dalam sistem bisnis digital seperti Farinotech SaaS, Work Order dapat menjadi bagian dari workflow yang menghubungkan permintaan pekerjaan dengan proses pelaksanaan, penggunaan material, hingga penyelesaian pekerjaan.


Apa Itu Work Order?

Work Order adalah dokumen atau instruksi kerja resmi yang digunakan untuk memberikan perintah kepada seseorang, tim, teknisi, contractor, atau department untuk melakukan pekerjaan tertentu.

Work Order biasanya dibuat setelah perusahaan menerima permintaan pekerjaan atau kebutuhan layanan.

Contohnya:

Mesin produksi mengalami kerusakan dan membutuhkan perbaikan.

Perusahaan kemudian membuat:

Work Order WO-2026-00125

Dengan informasi:

  • Jenis pekerjaan: Machine Repair
  • Lokasi: Production Area
  • Mesin: CNC Machine
  • Teknisi: Maintenance Team
  • Prioritas: High
  • Target selesai: 31 Agustus 2026
  • Status: In Progress

Work Order menjadi acuan bagi tim yang bertanggung jawab untuk melaksanakan pekerjaan.


Apa Fungsi Work Order?

Work Order memiliki beberapa fungsi penting dalam operasional perusahaan.

1. Memberikan Instruksi Kerja

Work Order menjelaskan pekerjaan yang harus dilakukan.

Contoh:

Pekerjaan: Perbaikan AC

Lokasi: Meeting Room 2

Instruksi: Periksa unit indoor, outdoor, refrigerant, dan sistem kelistrikan.

Dengan demikian, teknisi memiliki instruksi yang lebih jelas.


2. Mendokumentasikan Permintaan Pekerjaan

Work Order dapat menjadi dokumentasi resmi bahwa suatu pekerjaan telah diminta.

Misalnya:

Employee Request → Work Order → Technician → Completed

Setiap pekerjaan memiliki nomor dan histori yang dapat ditelusuri.


3. Menentukan PIC

Work Order dapat digunakan untuk menentukan pihak yang bertanggung jawab.

Contohnya:

  • Maintenance Team
  • IT Support
  • Technician
  • Engineering
  • Contractor
  • Project Team

4. Menentukan Jadwal Pekerjaan

Work Order dapat berisi:

  • Start Date
  • Due Date
  • Scheduled Date
  • Completion Date

Informasi tersebut membantu perusahaan mengontrol jadwal pekerjaan.


5. Mengontrol Material dan Spare Parts

Jika pekerjaan membutuhkan material, Work Order dapat mencatat kebutuhan seperti:

  • Spare parts
  • Tools
  • Material
  • Consumables

Contoh:

Work Order: AC Maintenance

Material:

  • Refrigerant
  • Filter
  • Capacitor

6. Monitoring Status Pekerjaan

Work Order memungkinkan perusahaan memonitor status pekerjaan.

Contoh status:

Draft

→

Submitted

→

Approved

→

Assigned

→

In Progress

→

Completed

→

Closed

Dengan status tersebut, manager dapat mengetahui pekerjaan mana yang masih berjalan.


7. Mencatat Biaya Pekerjaan

Work Order juga dapat digunakan untuk mencatat estimasi atau actual cost.

Contoh:

KomponenBiayaSpare PartRp500.000LaborRp300.000TransportationRp100.000TotalRp900.000

Informasi biaya dapat digunakan untuk analisis operasional dan budgeting.


Kapan Work Order Digunakan?

Work Order digunakan ketika perusahaan perlu memberikan instruksi dan mengontrol pelaksanaan pekerjaan secara formal.

Beberapa kondisi umum adalah:

1. Maintenance

Work Order banyak digunakan untuk pekerjaan maintenance.

Contoh:

  • AC maintenance
  • Machine maintenance
  • Electrical maintenance
  • Building maintenance
  • Vehicle maintenance
  • Equipment maintenance

2. Repair

Ketika sebuah equipment atau fasilitas mengalami kerusakan, perusahaan dapat membuat Work Order.

Contoh:

Issue → Work Order → Technician → Repair → Completed


3. Preventive Maintenance

Work Order juga digunakan untuk preventive maintenance yang dilakukan secara berkala.

Contoh:

Monthly AC Maintenance

atau:

Quarterly Machine Inspection

Sistem dapat membuat Work Order berdasarkan jadwal maintenance.


4. Project Work

Work Order dapat digunakan untuk membagi pekerjaan proyek menjadi aktivitas yang lebih spesifik.

Contoh proyek:

Office Renovation Project

Work Order:

  • WO-001 — Electrical Installation
  • WO-002 — Flooring Installation
  • WO-003 — Painting
  • WO-004 — Air Conditioning Installation

5. Construction

Dalam proyek konstruksi, Work Order dapat digunakan untuk memberikan instruksi pekerjaan kepada contractor atau internal team.

Contoh:

Work Order: Concrete Work

Informasi:

  • Project
  • Location
  • Scope
  • Quantity
  • Specification
  • Contractor
  • Schedule
  • Deadline

6. IT Support

Work Order dapat digunakan untuk pekerjaan IT yang membutuhkan tindakan teknis.

Contoh:

  • Install server
  • Network configuration
  • Computer repair
  • Hardware replacement
  • Software deployment
  • Infrastructure maintenance

7. Facility Management

Facility management juga banyak menggunakan Work Order untuk mengelola permintaan pekerjaan.

Contoh:

Lampu di ruang meeting rusak.

Request dibuat:

Facility Request

Kemudian:

Work Order → Technician → Repair → Completed


8. Service Business

Perusahaan jasa dapat menggunakan Work Order untuk mengatur pekerjaan yang harus dilakukan kepada customer.

Contoh:

Customer Service Request

↓

Work Order

↓

Technician Assignment

↓

Service Execution

↓

Service Completed


Work Order Workflow

Workflow Work Order dapat berbeda tergantung jenis perusahaan.

Namun, workflow sederhana dapat dibuat seperti berikut:

Work Request ↓ Work Order ↓ Approval ↓ Assignment ↓ Schedule ↓ Work in Progress ↓ Inspection ↓ Completed ↓ Closed

Jika pekerjaan membutuhkan material, workflow dapat ditambahkan dengan inventory atau procurement:

Work Request ↓ Work Order ↓ Material Request ↓ Purchase Request ↓ Purchase Order ↓ Material Received ↓ Work Execution ↓ Completed

Contoh Work Order

Misalnya perusahaan memiliki masalah pada mesin produksi.

Work Request

Machine Not Working

Work Order

WO-2026-00150

Detail

Equipment: CNC Machine

Location: Production Area

Priority: High

Assigned To: Maintenance Team

Problem:

Machine cannot start.

Required Action:

Inspect electrical system and replace damaged component.

Target Date:

31 August 2026

Status:

In Progress

Setelah pekerjaan selesai, teknisi dapat memasukkan:

  • Work performed
  • Spare parts used
  • Labor hours
  • Notes
  • Completion date
  • Supporting documents

Kemudian status diubah menjadi:

Completed

BOQ: Pengertian, Fungsi, Contoh, dan Cara Membuatnya untuk Proyek

Contoh Work Order untuk Maintenance

FieldExampleWO NumberWO-2026-00125Work TypePreventive MaintenanceEquipmentAir ConditionerLocationMeeting RoomPriorityMediumAssigned ToMaintenance TeamScheduled Date31 Aug 2026Due Date31 Aug 2026StatusIn ProgressEstimated CostRp750.000

Komponen Work Order

Work Order yang baik biasanya memiliki beberapa informasi penting.

Work Order Number

Nomor unik untuk mengidentifikasi pekerjaan.

Contoh:

WO-2026-00125

Work Type

Jenis pekerjaan.

Contoh:

  • Maintenance
  • Repair
  • Installation
  • Inspection
  • Service

Description

Penjelasan mengenai pekerjaan yang harus dilakukan.

Location

Lokasi pekerjaan.

Asset / Equipment

Peralatan atau aset yang terkait.

Assigned To

Teknisi atau tim yang bertanggung jawab.

Priority

Tingkat prioritas pekerjaan.

Contoh:

  • Low
  • Medium
  • High
  • Critical

Schedule

Tanggal dan waktu pekerjaan.

Materials

Material atau spare parts yang diperlukan.

Estimated Cost

Estimasi biaya.

Actual Cost

Biaya aktual.

Status

Status pekerjaan.

Completion Notes

Catatan setelah pekerjaan selesai.


Work Order vs Work Request

Work Request dan Work Order memiliki fungsi berbeda.

Work Request adalah permintaan untuk melakukan pekerjaan.

Work Order adalah instruksi resmi untuk melaksanakan pekerjaan.

Contoh:

Employee

↓

"AC rusak"

↓

Work Request

↓

Approval

↓

Work Order

↓

Maintenance Team

↓

Repair

↓

Completed

Secara sederhana:

Work Request = permintaan pekerjaan

Work Order = instruksi pelaksanaan pekerjaan


Work Order vs Purchase Order

Work Order dan Purchase Order juga berbeda.

Work Order berhubungan dengan pekerjaan atau aktivitas yang harus dilakukan.

Purchase Order (PO) berhubungan dengan pemesanan barang atau jasa kepada supplier.

Work OrderPurchase OrderInstruksi pekerjaanDokumen pemesananFokus pada pekerjaanFokus pada pembelianAssigned kepada teknisi/timDikirim kepada supplierMemiliki work scopeMemiliki item/orderTracking pekerjaanTracking procurementBisa mencatat labor/materialMencatat barang/jasa yang dibeli

Contoh:

Work Order:

Repair Air Conditioner

↓

Membutuhkan spare part

↓

Purchase Request

↓

Purchase Order

↓

Supplier mengirim spare part

↓

Technician melakukan repair


Work Order vs Sales Order

Work Order dan Sales Order juga memiliki tujuan berbeda.

Sales Order digunakan untuk mencatat pesanan customer.

Work Order digunakan untuk menginstruksikan pelaksanaan pekerjaan.

Contoh:

Customer melakukan order jasa:

Sales Order

↓

Service Requirement

↓

Work Order

↓

Technician

↓

Service Completed


Work Order vs Service Order

Dalam beberapa bisnis, istilah Service Order dan Work Order dapat digunakan dengan arti yang hampir sama.

Namun, secara umum:

  • Service Order lebih menekankan permintaan atau order layanan.
  • Work Order lebih menekankan instruksi pekerjaan yang harus dilakukan.

Terminologi dapat berbeda tergantung industri dan sistem yang digunakan.


Work Order dan Procurement

Work Order dapat berhubungan langsung dengan procurement ketika pekerjaan membutuhkan material atau spare parts.

Contoh:

Work Order

Repair Machine A

↓

Required Material:

Bearing

↓

Purchase Request

↓

Approval

↓

Purchase Order

↓

Supplier

↓

Delivery

↓

Technician

↓

Work Completed

Dengan workflow seperti ini, perusahaan dapat mengetahui material yang dibeli digunakan untuk Work Order yang mana.


Work Order dan BOQ

Pada proyek konstruksi atau engineering, Work Order juga dapat dikaitkan dengan BOQ (Bill of Quantities).

Contoh:

Project

Office Renovation

↓

BOQ

Electrical Cable — 5,000 meters

↓

Work Order

Electrical Installation

↓

Material

Cable — 1,000 meters

↓

Work Completed

Dengan menghubungkan BOQ dan Work Order, perusahaan dapat memonitor kebutuhan proyek sekaligus pelaksanaan pekerjaan.


Work Order di Farinotech SaaS

Dalam Farinotech SaaS, Work Order dapat dikembangkan sebagai bagian dari workflow operasional perusahaan.

Contoh workflow:

REQUEST ↓ WORK ORDER ↓ APPROVAL ↓ ASSIGNMENT ↓ SCHEDULE ↓ MATERIAL REQUEST ↓ PURCHASE REQUEST ↓ PURCHASE ORDER ↓ DELIVERY ↓ WORK EXECUTION ↓ COMPLETED

Workflow tersebut dapat membantu menghubungkan aktivitas pekerjaan dengan procurement.


Contoh Work Order di Farinotech SaaS

Misalnya perusahaan memiliki mesin produksi yang mengalami kerusakan.

Step 1 — Work Request

User melaporkan:

Machine Breakdown

Step 2 — Work Order

Sistem membuat:

WO-2026-0050

Step 3 — Assignment

Work Order diberikan kepada:

Maintenance Team

Step 4 — Inspection

Teknisi melakukan pemeriksaan.

Hasil:

Bearing damaged

Step 5 — Material Request

Teknisi membutuhkan:

Bearing — 2 pcs

Step 6 — Purchase Request

Jika spare part tidak tersedia:

PR-2026-0080

Step 7 — Purchase Order

Procurement membuat:

PO-2026-0120

Step 8 — Delivery

Supplier mengirim bearing.

Step 9 — Work Execution

Teknisi mengganti bearing.

Step 10 — Completion

Work Order diperbarui:

Status: Completed


Manfaat Work Order Digital

Menggunakan Work Order secara digital dapat memberikan berbagai manfaat.

1. Centralized Work Data

Semua pekerjaan tersimpan dalam satu sistem.

2. Better Work Tracking

Manager dapat melihat pekerjaan:

  • Pending
  • Assigned
  • In Progress
  • Completed
  • Closed

3. Clear Responsibility

Setiap Work Order memiliki PIC atau assigned team.

4. Better Scheduling

Jadwal pekerjaan dapat dikelola secara lebih terstruktur.

5. Better Cost Tracking

Perusahaan dapat mencatat estimated cost dan actual cost.

6. Maintenance History

Riwayat maintenance dapat disimpan berdasarkan equipment atau asset.

7. Connected Procurement

Material yang dibutuhkan dapat dihubungkan dengan Purchase Request dan Purchase Order.

8. Better Audit Trail

Perusahaan memiliki histori pekerjaan yang lebih mudah ditelusuri.


Bagaimana Cara Membuat Work Order?

Berikut langkah umum membuat Work Order:

1. Identifikasi Pekerjaan

Tentukan pekerjaan yang harus dilakukan.

2. Buat Work Request

Dokumentasikan permintaan pekerjaan jika diperlukan.

3. Tentukan Scope

Jelaskan pekerjaan secara detail.

4. Tentukan PIC

Assign pekerjaan kepada teknisi, department, atau contractor.

5. Tentukan Jadwal

Masukkan scheduled date dan due date.

6. Tentukan Material

Identifikasi material atau spare parts yang dibutuhkan.

7. Tentukan Prioritas

Gunakan priority seperti:

Low → Medium → High → Critical

8. Lakukan Pekerjaan

Tim menjalankan pekerjaan sesuai instruksi.

9. Catat Hasil

Masukkan:

  • Work performed
  • Material used
  • Labor hours
  • Notes
  • Photos/documents jika diperlukan

10. Tutup Work Order

Setelah pekerjaan selesai dan diverifikasi:

Completed → Closed


Tips Membuat Work Order yang Baik

Work Order sebaiknya memiliki:

  • Nomor unik.
  • Deskripsi pekerjaan yang jelas.
  • Scope pekerjaan.
  • Lokasi.
  • PIC.
  • Jadwal.
  • Prioritas.
  • Material.
  • Estimasi biaya.
  • Actual cost.
  • Status.
  • Completion notes.

Semakin jelas informasi dalam Work Order, semakin mudah pekerjaan dilaksanakan dan dimonitor.


FAQ Work Order

Apa itu Work Order?

Work Order adalah dokumen atau instruksi resmi yang digunakan untuk memberikan perintah dan detail pekerjaan kepada teknisi, tim, contractor, atau pihak yang bertanggung jawab.

Kapan Work Order digunakan?

Work Order digunakan untuk maintenance, repair, installation, inspection, construction, IT support, facility management, dan berbagai pekerjaan operasional lainnya.

Apa perbedaan Work Request dan Work Order?

Work Request adalah permintaan pekerjaan, sedangkan Work Order merupakan instruksi resmi untuk melaksanakan pekerjaan.

Apa perbedaan Work Order dan Purchase Order?

Work Order berfokus pada pekerjaan, sedangkan Purchase Order berfokus pada pemesanan barang atau jasa kepada supplier.

Apakah Work Order dapat digunakan untuk maintenance?

Ya. Work Order merupakan salah satu dokumen yang umum digunakan untuk mengelola maintenance dan repair.

Apakah Work Order bisa digunakan untuk preventive maintenance?

Ya. Work Order dapat dibuat berdasarkan jadwal preventive maintenance, seperti maintenance bulanan, kuartalan, atau tahunan.

Apakah Work Order dapat terhubung dengan Purchase Request?

Ya. Jika pekerjaan membutuhkan material atau spare parts, Work Order dapat menjadi sumber kebutuhan untuk membuat Purchase Request.

Apakah Work Order dapat digunakan untuk proyek?

Ya. Work Order dapat digunakan untuk membagi pekerjaan proyek menjadi aktivitas yang lebih spesifik.

Apakah Work Order bisa dibuat secara digital?

Ya. Work Order dapat dikelola menggunakan ERP, CMMS, Field Service Management Software, workflow software, atau SaaS business application.

Apa saja isi Work Order?

Work Order biasanya berisi nomor pekerjaan, jenis pekerjaan, deskripsi, lokasi, asset, PIC, jadwal, prioritas, material, biaya, status, dan completion notes.


Kesimpulan

Work Order adalah dokumen penting untuk memberikan instruksi, mengatur, dan memonitor pekerjaan dalam perusahaan.

Work Order dapat digunakan untuk:

  • Maintenance.
  • Repair.
  • Installation.
  • Inspection.
  • Construction.
  • IT Support.
  • Facility Management.
  • Service Operations.
  • Project Work.

Dalam workflow digital, Work Order dapat terhubung dengan:

Work Request → Work Order → Assignment → Material Request → Purchase Request → Purchase Order → Delivery → Work Execution → Completed

Untuk proyek, Work Order juga dapat dikaitkan dengan BOQ, sedangkan untuk kebutuhan material dapat terhubung dengan Procurement Management System.

Dengan mengelola Work Order secara digital melalui Farinotech SaaS, perusahaan dapat meningkatkan visibilitas pekerjaan, memperjelas tanggung jawab, memonitor status pekerjaan, mengelola material, dan menghubungkan aktivitas operasional dengan procurement.