← Kembali ke Blog

Cara Menentukan Jatuh Tempo dan Termin Pembayaran Invoice

Cara menentukan jatuh tempo invoice adalah menyepakati kapan perhitungan dimulai, berapa lama waktu pembayaran, serta apakah menggunakan hari kalender atau hari kerja. Setelah itu, tuliskan tanggal jatuh tempo secara jelas pada invoice. Untuk pembayaran bertahap, tentukan juga nominal dan syarat penagihan setiap termin.

Dipublikasikan · 18 Sep 2026Tim FariDocs
Cara Menentukan Jatuh Tempo dan Termin Pembayaran Invoice

Cara menentukan jatuh tempo invoice adalah menyepakati kapan perhitungan dimulai, berapa lama waktu pembayaran, serta apakah menggunakan hari kalender atau hari kerja. Setelah itu, tuliskan tanggal jatuh tempo secara jelas pada invoice. Untuk pembayaran bertahap, tentukan juga nominal dan syarat penagihan setiap termin.

Misalnya, invoice bertanggal 17 September 2026 menggunakan ketentuan pembayaran 14 hari kalender setelah tanggal invoice. Dengan tanggal penerbitan sebagai hari ke-0, jatuh temponya adalah 1 Oktober 2026.

Ketentuan yang jelas membantu pelanggan menjadwalkan pembayaran dan membantu penjual mengetahui kapan perlu melakukan tindak lanjut. Tulisan “segera dibayar” sering kali belum memberikan kepastian yang sama dengan tanggal yang disepakati.

Perbedaan Jatuh Tempo dan Termin Pembayaran

Jatuh tempo adalah tanggal batas pembayaran yang disepakati. Ketentuan pembayaran menjelaskan cara dan waktu pembayaran, termasuk jangka waktu, uang muka, metode pembayaran, atau pembagian tahap.

Dalam percakapan bisnis Indonesia, kata “termin” dapat merujuk pada jangka waktu pembayaran maupun pembayaran bertahap. Sebutkan maksudnya secara lengkap agar tidak menimbulkan salah pengertian.

IstilahArti praktisContohTanggal invoiceTanggal penerbitan dokumen17 September 2026Jangka waktu pembayaranLama waktu yang diberikan dari titik awal tertentu14 hari kalender setelah tanggal invoiceJatuh tempoTanggal batas pembayaran1 Oktober 2026Pembayaran bertahapPembagian nilai transaksi menjadi beberapa tagihanDP 30%, tahap kedua 40%, pelunasan 30%Metode pembayaranCara pelanggan membayarTransfer ke rekening yang tercantum

Satu transaksi dapat memakai kedua bentuk sekaligus: pembayaran dibagi menjadi tiga tahap, dan setiap invoice tahap memiliki jangka waktu pembayaran tujuh hari.

Arti Net 7, Net 14, dan Net 30 pada Invoice

Net 7, Net 14, dan Net 30 biasanya digunakan untuk menyatakan jangka waktu pelunasan jumlah tagihan dalam 7, 14, atau 30 hari dari titik awal yang ditentukan dalam kesepakatan.

Jangan mengandalkan istilah singkat saja. Perjelas apakah perhitungan dimulai dari tanggal invoice, tanggal penerimaan invoice, atau penerimaan dokumen lengkap.

Ketentuan contohPenjelasan yang jelasNet 7 dari tanggal invoicePembayaran paling lambat 7 hari kalender setelah tanggal invoiceNet 14 dari tanggal invoicePembayaran paling lambat 14 hari kalender setelah tanggal invoiceNet 30 dari tanggal invoicePembayaran paling lambat 30 hari kalender setelah tanggal invoicePembayaran saat invoice diterimaPembayaran diminta saat penerimaan invoice sesuai kesepakatanDP 50%, pelunasan sebelum pengirimanSeparuh dibayar di awal; sisanya sebelum barang dikirim

Net 30 tidak selalu sama dengan “bulan depan pada tanggal yang sama”. Istilah 30 hari dan satu bulan dapat menghasilkan tanggal berbeda, sehingga dasar hitung harus tertulis jelas.

Cara Menghitung Jatuh Tempo Invoice

Untuk contoh berbasis hari kalender, rumus praktisnya adalah:

Tanggal jatuh tempo = tanggal awal yang disepakati + jumlah hari pembayaran.

Contoh di bawah menggunakan tanggal awal sebagai hari ke-0 dan belum menerapkan penyesuaian akhir pekan atau hari libur.

Tanggal awalJangka waktuJatuh tempo17 September 20267 hari kalender24 September 202617 September 202614 hari kalender1 Oktober 202617 September 202630 hari kalender17 Oktober 202631 Januari 202730 hari kalender2 Maret 2027

Tanggal 17 Oktober 2026 jatuh pada hari Sabtu. Jika kesepakatan mengatur pergeseran ke hari kerja berikutnya, terapkan aturan tersebut dan kalender hari libur yang relevan. Jangan memindahkan tanggal secara diam-diam atau menganggap semua perusahaan memiliki kebijakan yang sama.

Jika Perhitungan Dimulai dari Penerimaan Invoice

Misalnya, invoice diterbitkan 17 September tetapi diterima pelanggan pada 19 September 2026. Jika disepakati 14 hari kalender setelah penerimaan, jatuh temponya menjadi 3 Oktober 2026 sebelum penyesuaian hari nonkerja.

Simpan konfirmasi penerimaan. Tanggal kirim dan tanggal diterima belum tentu sama, terutama jika pelanggan menggunakan portal vendor atau pemeriksaan kelengkapan dokumen.

Jika Menggunakan Hari Kerja

Tentukan apakah hari kerja berarti Senin–Jumat, bagaimana hari libur diperlakukan, serta apakah hari penerimaan ikut dihitung. Sebutkan kalender yang digunakan jika para pihak berada di negara berbeda.

Jangan mengubah “14 hari kalender” menjadi “14 hari kerja” saat menghitung karena hasilnya dapat berbeda.

Cara Memilih Termin Pembayaran yang Sesuai

1. Periksa Biaya yang Harus Dikeluarkan Lebih Dulu

Jika transaksi memerlukan pembelian material, pemesanan barang khusus, atau pengerjaan awal, pertimbangkan uang muka yang disepakati untuk menutup sebagian kebutuhan tersebut. Besarnya DP harus mengikuti karakter transaksi, bukan menyalin persentase tanpa perhitungan.

2. Pahami Proses Pembayaran Pelanggan

Tanyakan apakah pembayaran membutuhkan nomor PO, persetujuan hasil pekerjaan, registrasi pemasok, atau dokumen pendukung. Ketahui pula jadwal pemrosesan pembayaran pelanggan sebelum menyepakati tanggal.

Jika pelanggan hanya memproses pembayaran pada tanggal tertentu, selaraskan ketentuan sejak awal. Jadwal internal tidak sebaiknya baru dibahas setelah invoice jatuh tempo.

3. Tentukan Titik Awal yang Dapat Dibuktikan

Tanggal invoice mudah diperiksa. Penerimaan dokumen lengkap memerlukan bukti kelengkapan. Persetujuan pekerjaan memerlukan definisi hasil yang harus disetujui dan pihak yang memberikan persetujuan.

Jika memakai persetujuan pekerjaan sebagai pemicu penagihan, sepakati juga jangka waktu pemeriksaan dan cara menyampaikan keberatan. Hindari ketentuan yang membuat awal pembayaran tidak memiliki kepastian.

4. Sesuaikan dengan Riwayat Transaksi

Pelanggan baru, pesanan khusus, dan pelanggan berulang dapat memerlukan pengaturan berbeda. Nilai kemampuan usaha menunggu pembayaran serta pengalaman transaksi sebelumnya, lalu sepakati ketentuan secara terbuka.

5. Dokumentasikan sebelum Invoice Diterbitkan

Pastikan penawaran, PO atau kontrak, dan invoice tidak saling bertentangan. Jika penawaran yang disepakati menyebut Net 30, jangan sepihak mengubahnya menjadi Net 7 pada invoice.

Contoh Termin untuk Beberapa Jenis Transaksi

Berikut pilihan ilustratif untuk dibahas dengan pelanggan, bukan ketentuan wajib atau rekomendasi yang berlaku untuk semua usaha.

TransaksiContoh pengaturanHal yang diperjelasBarang pesanan khususDP 50%, pelunasan sebelum pengirimanKapan pesanan mulai diproses dan kapan barang siapJasa desainDP 30%, pelunasan pada tahap akhir yang disepakatiHasil pekerjaan, batas revisi, dan syarat penyerahan fileLayanan bulananInvoice per periode, Net 14Penagihan di awal atau akhir periodeProyek bertahap30%–40%–30%, setiap tagihan Net 7Syarat tiap tahap dan bukti persetujuannyaPenjualan ke perusahaanJangka waktu berdasarkan proses yang disepakatiPO, dokumen pendukung, dan kontak finance

Contoh Jadwal Pembayaran Proyek

Proyek fiktif senilai Rp20.000.000 menggunakan tiga termin. Dalam contoh ini, invoice diterbitkan pada tanggal tahap terkait, dan pembayaran jatuh tempo tujuh hari kalender setelah tanggal invoice.

TahapNilaiTanggal invoiceJatuh tempoDP 30% sebelum mulaiRp6.000.00017 September 202624 September 2026Tahap kedua 40% setelah persetujuan versi ujiRp8.000.0008 Oktober 202615 Oktober 2026Pelunasan 30% setelah serah terima disetujuiRp6.000.00029 Oktober 20265 November 2026TotalRp20.000.000

Tanggal tahap kedua dan pelunasan merupakan asumsi contoh bahwa syaratnya terpenuhi pada tanggal tersebut. Jika tahap aktual berubah, sesuaikan penerbitan dan jatuh tempo berdasarkan kesepakatan, bukan sekadar mengikuti perkiraan awal.

Contoh Kalimat Termin Pembayaran Invoice

Pembayaran dari Tanggal Invoice

“Pembayaran dilakukan paling lambat 14 hari kalender setelah tanggal invoice. Untuk invoice bertanggal 17 September 2026, jatuh tempo pembayaran adalah 1 Oktober 2026.”

Pembayaran dari Penerimaan Dokumen Lengkap

“Pembayaran dilakukan paling lambat 30 hari kalender setelah invoice dan dokumen pendukung lengkap diterima sesuai daftar dokumen yang disepakati. Tanggal penerimaan lengkap dikonfirmasi melalui email.”

DP dan Pelunasan

“Uang muka sebesar 50% dibayarkan sebelum pesanan diproses. Sisa 50% dibayarkan setelah pemberitahuan barang siap dan sebelum pengiriman.”

Pembayaran Bertahap

“Pembayaran dibagi menjadi DP 30%, tahap kedua 40%, dan pelunasan 30%. Syarat penagihan setiap tahap mengikuti kontrak. Setiap invoice dibayar paling lambat 7 hari kalender setelah tanggal penerbitannya.”

Gunakan kalimat yang sesuai dengan kesepakatan sebenarnya. Jelaskan juga apakah batas pembayaran merujuk pada dana diterima atau transfer diproses, terutama jika metode pembayaran memerlukan waktu penyelesaian.

Mengisi Termin dan Jatuh Tempo di FariDocs

Pada invoice generator FariDocs, bagian detail dokumen menyediakan tanggal invoice, termin pembayaran, dan jatuh tempo. Gunakan catatan atau ketentuan pembayaran untuk penjelasan tambahan.

Siapkan tanggal awal dan aturan hitung, lalu isi:

  1. Tanggal invoice sesuai penerbitan dokumen.

  2. Ketentuan yang spesifik, misalnya “14 hari kalender setelah tanggal invoice”.

  3. Tanggal jatuh tempo hasil perhitungan yang telah diperiksa.

  4. Referensi PO atau kontrak yang menjadi dasar ketentuan tersebut.

  5. Rincian tagihan dan informasi pembayaran sebelum meninjau PDF.

Periksa kesesuaian antara teks termin dan tanggal. Jangan menganggap mengetik “Net 14” saja otomatis memastikan tanggal yang benar.

Jika Pembayaran Melewati Jatuh Tempo

Periksa penerimaan dana, sisa tagihan, serta apakah ada pertanyaan atau dokumen yang belum lengkap. Setelah itu, kirim pengingat yang menyebut nomor invoice, saldo, dan tanggal jatuh tempo.

Contoh pesan:

“Halo Bapak/Ibu [Nama], kami ingin menindaklanjuti invoice [Nomor] dengan sisa tagihan [Nominal] yang jatuh tempo pada [Tanggal]. Berdasarkan catatan kami, pembayaran belum diterima. Mohon konfirmasi perkiraan tanggal pembayaran atau informasi jika ada dokumen yang masih diperlukan. Terima kasih.”

Jika disepakati jadwal baru, simpan tanggal awal, tanggal baru, dan bukti persetujuan agar riwayat tetap jelas. Hindari menambahkan biaya atau ketentuan baru secara sepihak pada pesan pengingat.

FAQ tentang Jatuh Tempo dan Termin Pembayaran

Apakah Net 30 berarti 30 hari kerja?

Jangan mengasumsikannya. Perjelas hari kalender atau hari kerja pada kesepakatan, termasuk titik awal perhitungannya.

Apakah invoice selalu harus diberi waktu 30 hari?

Tidak. Jangka waktu mengikuti kesepakatan transaksi dan dapat berbeda menurut jenis pekerjaan, pelanggan, serta kebutuhan usaha.

Apakah DP dan pelunasan memiliki jatuh tempo berbeda?

Ya, masing-masing dapat memiliki tanggal atau syarat pembayaran sendiri. Cantumkan dengan jelas pada tagihan terkait.

Bagaimana jika jatuh tempo jatuh pada hari libur?

Ikuti aturan penyesuaian yang disepakati. Jika belum ada, konfirmasikan dengan pelanggan sebelum tanggal tersebut dan catat hasilnya.

Apakah pembayaran sebagian mengubah jatuh tempo?

Pembayaran sebagian mengurangi saldo, tetapi tidak otomatis mengubah jatuh tempo sisanya. Perubahan jadwal perlu disepakati dan dicatat.

Apakah tanggal invoice sama dengan tanggal jatuh tempo?

Keduanya berbeda fungsi. Tanggalnya bisa sama jika pembayaran memang disepakati pada hari penerbitan, tetapi jangan menyamakannya tanpa memeriksa ketentuan transaksi.

Buat invoice melalui FariDocs dengan termin yang jelas dan tanggal yang sudah diperiksa. Cantumkan jumlah, dasar perhitungan waktu, dan referensi transaksi agar pelanggan dapat menjadwalkan pembayaran dengan tepat.